THE ANGEL VS PRINCE CHARMING ( PART 1 )
Yeah, akhirnya ada kesempatan juga buat bikin nih cerbung
yang sempet tertunda karena tugas sekolah yang numpuk. Sorry ya, judulnya aku
ganti. Bukan The Princess vs Prince Charming, tapi The Angel Vs Prince Charming.
Cast :
Lifya Helga Aresta ( Ify )
Vesivia Greeta Aresta ( Sivia )
Agnivio Mayrilla Aresta ( Agni )
Greshilla Rayanta Aresta ( Shilla )
Mario Stevano ( Rio )
Racakka Nuraga ( Cakka )
Gabriel Stevent ( Iel )
Alvin Jonathan ( Alvin )
Happy reading.....
Di sebuah negeri yang aman dan damai yang bernama “ Aresta “,
terlihat ada empat orang gadis yang tengah bermain asyik di sebuah taman bunga.
Wajah mereka hampir terlihat serupa, namun kecantikan yang terpancar dari diri
mereka berbeda-beda. mereka benar-benar gadis yang sempurna. semua orang tahu akan hal itu.
“ Fy, lihat deh kupu-kupu itu. Bagus banget, ya “ ucap
seorang gadis yang berambut panjang sepunggung dengan pita kupu-kupu di
rambutnya.
“ Mana ? “ jawab gadis yang berwajah tirus.
“ Itu tuh, yang dekat sama bunga Edelweiss “ jawab gadis
tadi.
Kedua gadis itu, akhirnya mengikuti kemana kupu-kupu yang mereka lihat tadi
pergi.sampai-sampai mereka tak menyadari kalau mereka baru saja melanggar
peratutan kerajaan agar tak mendekati jendela terlarang.
“ Yah, kupu-kupunya kok keluar sih. Padahal gue kan pengin
nangkep tuh kupu “ ucap gadis yang bernama Sivia.
“ Gimana kalau kita kejar aja tuh kupu-kupu “ usul Ify
kepada kakaknya.
Wajah Sivia terlihat gembira mendengar usul adiknya yang
cemerlang itu.
“Usul lo bagus banget, Fy. Yaudah kita kejar sekarang, yuk.
Mumpung bunda sama ayah nggak ngelihat kita “
Sivia segera menarik adiknya itu ke arah jendela dimana
kupu-kupu yang mereka incar sedang bertengger.
Sivia tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menatap Ify
dengan wajah ketakutan.
“ Kok berhenti sih, kak? Keburu kabur tuh kupu-kupunya “ Ify
menatap cemas ke arah kupu-kupu yang ada di jendela.
“ Gue takut ketahuan ayah, Fy. Lo kan tau sendiri kalau
semua penduduk negeri Aresta yang berani mendekati jendela terlarang itu
bakalan dapat hukuman dari ayah. Tak terkecuali kita juga “
Saat keduanya sedang berfikir, datang dua orang gadis lagi
yang merupakan saudara mereka.
“ Hai kak
“ sapa mereka berdua dengan kompak. Yups! Mereka berdua adalah Shilla dan Agni.
“ Ka-kalian ngapain disini ? “ wajah Sivia semakin terlihat
ketakutan saat melihat kedua adiknya yang tiba-tiba datang.
“ Kakak kenapa, sih? Kok mukanya kaya orang ketakutan gitu ?
“ tanya Shilla yang keheranan.
“ Kak Via takut, shill “
Agni menoleh ke arah Ify dengan kening berkerut.
“ Takut? Takut kenapa? “
Ify dan Sivia menceritakan kejadian yang sebenarnya pada
kedua adiknya. Agni dan Shilla mengangguk mengerti setelah mendengar cerita
dari Ify dan Sivia.
“ Tapi, gue setuju sama kak Ify. Kenapa kita nggak nyoba
sekali-kali buat ngelihat apa sih yang ada di balik jendela itu. Jujur aja nih,
gue juga penasaran banget “
“ Gue juga setuju sama kak Agni. Gimana, kak ? “
Sivi hanya bisa pasrah melihat tekad adik-adiknya yang
begitu bersemangat. Semoga saja kali ini tindakannya tidak salah. Ia mengangguk
pelan lalu berjalan menuju ke arah jendela diikuti Shilla, Ify, dan Agni.
Setelah melihat apa
yang tersembunyi di balik jendela terlarang, mereka berempat
terbengong-bengong. Lebih tepatnya kagum.
“ Gila kak, bagus banget pemandangannya “ seru Ify kepada Sivia.
" Wow, keren "
" Gila! Ini sih namanya fantastic "
“ Iya, Fy. Lo bener banget. Coba aja dari dulu kita tau
kalau dibalik jendela ini, kita bisa ngelihat pemandangan yang bagus banget “
" He-eh "
Agni bercerita penuh semangat. Sedangkan Shilla, gadis itu
dari tadi hanya diam. Cuma senyum sedikit kalau ditanya.
“ Shill, lo kenapa, sih ? Lo sakit? “ tanya Sivia pada
adiknya dengan khawatir
Shilla menggeleng pelan.
“ Kita pulang aja yuk,kak. Gue takut nih penyakit Shilla
kambuh lagi “ ucap Ify sambil merangkul Shilla. Sivia dan Agni mengangguk
setuju. Mereka berempat lalu berjalan beriringan meninggalkan jendela
terlarang. Mereka semua tidak ada yang tahu kalau dari tadi ada sepasang mata yang sedang
mengawasi mereka dan menatapnya penuh kebencian.
“ Sekarang kalian boleh tenang. Tapi, sebentar lagi kalian
bakalan ngerasain gimana rasanya nggak dianggep lagi sama orang-orang disini. Kalian akan keluar dari istana ini.
Hahaha “
@ di dalam kamar Shilla
Sivia mendudukan Shilla di ranjangnya. Tangannya bergerak
dengan cekatan mengambil segelas air putih yang ada di meja yang terletak
disamping tempat tidur Shilla.
“ Nih minum “
Sivia menyodorkan air putih ke arah Shilla. Shilla meneguk
air di gelas itu pelan-pelan.
“ Makasih, kak “ ucap Shilla yang tersenyum manis.
“ Sama-sama “
Sivia berjalan ke arah jendela kamar Shilla, lalu duduk di
tepi jendela sambil menatap ke arah langit yang sedang mendung.
“ Shilla, kakak pengen ngerasain deh gimana rasanya hidup
sebagai manusia biasa seperti kisah-kisah yang sering diceritakan Bibi Anna “
Shilla tersenyum tipis melihat kakaknya yang tiba-tiba
mengatakan hal itu.
“ Sebenarnya, bukan cuma kak Sivia aja kok. Shilla juga
pengin ngerasain “
Sivia menatap adiknya lalu tersenyum.
“ Gue ke kamar dulu, ya Shill. Met malam “
Sivia melangkah menuju ke arah pintu dan segera menuju ke
kamarnya. Ia ingin segera tidur. Badannya udah capek banget.
@ ruang tengah
Seorang prajurit datang dengan tergopoh-gopoh ke hadapan
seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang sangat cantik. Mereka duduk di
atas singasana yang terbuat dari emas
yang sangat indah.
“ Ampun baginda raja. Hamba telah datang dengan tiba-tiba
tanpa memberi kabar apapun. Namun, hamba ingin memberikan suatu informasi yang
sangat penting bagi baginda raja dan ratu “
Sang raja menegakkan duduknya dengan wajah yang mulai
menegang.
“ Berita apa itu? “
.....To be continued.....
Hah...cukup segini dulu ya part 1-nya. Soalnya udah capek, nih. Tetap ikutin ceritanya guys. Thanks yang udah mo baca.
0 komentar:
Posting Komentar