Senin, 16 November 2015

THE ANGEL VS PRINCE CHARMING ( PART 2 ) - Cerbung icil





THE ANGEL VS PRINCE CHARMING ( PART  2 )    



Cast :

Lifya Helga Aresta  ( Ify )
Vesivia Greeta  Aresta ( Sivia )
Agnivio Mayrilla Aresta ( Agni )
Greshilla Rayanta Aresta ( Shilla )
Mario Stevano ( Rio )
Racakka Nuraga ( Cakka )
Gabriel Stevent ( Iel )
Alvin Jonathan ( Alvin )





@ ruang tengah

Seorang prajurit datang dengan tergopoh-gopoh ke hadapan seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang sangat cantik. Mereka duduk di atas singasana yang terbuat  dari emas yang sangat indah.


“ Ampun baginda raja. Hamba telah datang dengan tiba-tiba tanpa memberi kabar apapun. Namun, hamba ingin memberikan suatu informasi yang sangat penting bagi baginda raja dan ratu “


Sang raja menegakkan duduknya dengan wajah yang mulai menegang.


“ Berita apa itu? “


“ Tadi pagi, hamba melihat keempat putri baginda raja mendekati jendela terlarang “


Sang raja terlihat marah sekali. Sang ratu yang duduk disampingnya mencoba menghibur sang raja agar tidak kehilangan kendali.

“ Sabar, yah. Sabar “


“ Sekarang bawa mereka kemari “ perintah raja dengan geram.


“ Dasar anak-anak nakal 


“ Sudah, yah. Jangan marah-marah mulu, dong. Bunda takut nih “


Sang prajurit pergi mendatangi kamar The Angel satu persatu. Mulai dari kamar Sivia, Ify, Agni, lalu yang terakhir kamar Shilla yang memang letaknya paling ujung.


The Angel keluar dari kamar mereka masing-masing dengan wajah yang penuh rasa heran.


“ Tumben banget ayah manggil kita malam-malam gini. Ada apa, sih “ ucap Ify diangguki yang lain.


“ Iya, Fy. Tapi, gue penasaran deh sama ayah. Kita kesana langsung, yuk “ ajak Sivia pada saudara-saudaranya yang lain.


Mereka berempat pergi menemui sang ayah dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di kepala.



Skip>>>



@ ruang tengah

The angel melihat kedua orang tua mereka, yang sedang duduk di atas singasana terlihat sedang menatap tajam ke arah mereka berempat.


“ Maaf ayah, bunda. Ada apa, ya? “ tanya Shilla mewakili yang lain.


“ Apa benar kalian berempat mendekati jendela terlarang pagi tadi ? “


JEDARRRR


Pertanyaan itu bagaikan petir di siang bolong. Darimana ayah mereka tahu?


“ Jawab! “ nada suara raja terdengar meninggi.


“ Ehm...emmm... “


Cuma kata itulah yang keluar dari mulut Shilla.


“ Yah, Bunda, kalau boleh kami tahu, darimana ayah dan bunda mendengar berita ini ? “


Raja dan ratu beralih menatap putri meraka yang ketiga, Agni.


“ Kalian tidak perlu tahu, Ag. Yang jelas pasti ada saksi mata yang melihat kalian berempat mendekati jendela terlarang “


Agni menghela nafas pasrah. Dilihatnya keadaan ketiga saudaranya yang lain juga tak jauh berbeda dengannya.


“ Maafin kita berempat, yah “


Agni, Shilla, Dan Ify menatap heran ke arah kakak tertua mereka. Sivia.


 Air mata Sivia perlahan menetes saat mengucapkan kata permintaan maaf itu. Baru kali ini, dia merasa sangat bersalah kepada kedua orang tuanya. Andai saja dia tidak mengejar kupu-kupu yang dilihatnya tadi pagi. Andai saja...


Raja dan ratu mengehembuskan nafas dengan berat. Seolah-olah mengeluarkan beban yang beratnya berton-ton.


“ Maafin ayah, nak. Tapi kali ini keputusan ayah sudah bulat. Kalian berempat  akan dihukum “


 Setelah selesai berkata begitu, sang ayah meninggalkan mereka berempat yang masih berdiri mematung.


“ Ayah! “


Raja menghentikan langkahnya tatkala merasakan kakinya yang sebelah tidak bisa berjalan.


“ Apa-apaan kamu, Sivia “


Sivia berlutut di kaki ayanhnya sambil menangis terisak-isak. Sang ayah terkejut. Begitu juga dengan semua orang yang melihat adegan itu.


“ Sivia, lepaskan kaki ayah. Bangun ! Bangun! “



Sivia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


“ Nggak, Yah. Sebelum ayah mau maafin kita semua, Sivia nggak mau ngelepasin kaki ayah “


“ Lepasin kaki ayahmu, nak. Lepasin “


“ Tapi, Bun...”



  Gimana? Geje nggak? Sorry banget ya gusy kalau gaje. namanya juga penulis amatir, nih. Hehehe    ( Lho, kok malah curhat, nih ). Oke, thanks yah udah mo baca. See you, guys. Tunggu part selanjutnya.


To be continued part 3 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Coretan Isti. Design By: SkinCorner