THE ANGEL VS PRINCE CHARMING ( PART 2 )
Lifya Helga Aresta ( Ify )
Vesivia Greeta Aresta ( Sivia )
Agnivio Mayrilla Aresta ( Agni )
Greshilla Rayanta Aresta ( Shilla )
Mario Stevano ( Rio )
Racakka Nuraga ( Cakka )
Gabriel Stevent ( Iel )
Alvin Jonathan ( Alvin )
@ ruang tengah
Seorang prajurit datang dengan tergopoh-gopoh ke hadapan
seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang sangat cantik. Mereka duduk di
atas singasana yang terbuat dari emas
yang sangat indah.
“ Ampun baginda raja. Hamba telah datang dengan tiba-tiba
tanpa memberi kabar apapun. Namun, hamba ingin memberikan suatu informasi yang
sangat penting bagi baginda raja dan ratu “
Sang raja menegakkan duduknya dengan wajah yang mulai
menegang.
“ Berita apa itu? “
“ Tadi pagi, hamba melihat keempat putri baginda raja
mendekati jendela terlarang “
Sang raja terlihat marah sekali. Sang ratu yang duduk
disampingnya mencoba menghibur sang raja agar tidak kehilangan kendali.
“ Sabar, yah. Sabar “
“ Sekarang bawa mereka kemari “ perintah raja dengan geram.
“ Dasar anak-anak nakal
“
“ Sudah, yah. Jangan marah-marah mulu, dong. Bunda takut nih
“
Sang prajurit pergi mendatangi kamar The Angel satu persatu.
Mulai dari kamar Sivia, Ify, Agni, lalu yang terakhir kamar Shilla yang memang
letaknya paling ujung.
The Angel keluar dari kamar mereka masing-masing dengan
wajah yang penuh rasa heran.
“ Tumben banget ayah manggil kita malam-malam gini. Ada apa,
sih “ ucap Ify diangguki yang lain.
“ Iya, Fy. Tapi, gue penasaran deh sama ayah. Kita kesana
langsung, yuk “ ajak Sivia pada saudara-saudaranya yang lain.
Mereka berempat pergi menemui sang ayah dengan berbagai
pertanyaan yang berkecamuk di kepala.
Skip>>>
@ ruang tengah
The angel melihat kedua orang tua mereka, yang sedang duduk
di atas singasana terlihat sedang menatap tajam ke arah mereka berempat.
“ Maaf ayah, bunda. Ada apa, ya? “ tanya Shilla mewakili
yang lain.
“ Apa benar kalian berempat mendekati jendela terlarang pagi
tadi ? “
JEDARRRR
Pertanyaan itu bagaikan petir di siang bolong. Darimana ayah
mereka tahu?
“ Jawab! “ nada suara raja terdengar meninggi.
“ Ehm...emmm... “
Cuma kata itulah yang keluar dari mulut Shilla.
“ Yah, Bunda, kalau boleh kami tahu, darimana ayah dan bunda
mendengar berita ini ? “
Raja dan ratu beralih menatap putri meraka yang ketiga, Agni.
“ Kalian tidak perlu tahu, Ag. Yang jelas pasti ada saksi
mata yang melihat kalian berempat mendekati jendela terlarang “
Agni menghela nafas pasrah. Dilihatnya keadaan ketiga saudaranya
yang lain juga tak jauh berbeda dengannya.
“ Maafin kita berempat, yah “
Agni, Shilla, Dan Ify menatap heran ke arah kakak tertua
mereka. Sivia.
Air mata Sivia
perlahan menetes saat mengucapkan kata permintaan maaf itu. Baru kali ini, dia
merasa sangat bersalah kepada kedua orang tuanya. Andai saja dia tidak mengejar
kupu-kupu yang dilihatnya tadi pagi. Andai saja...
Raja dan ratu mengehembuskan nafas dengan berat. Seolah-olah
mengeluarkan beban yang beratnya berton-ton.
“ Maafin ayah, nak. Tapi kali ini keputusan ayah sudah
bulat. Kalian berempat akan dihukum “
Setelah selesai
berkata begitu, sang ayah meninggalkan mereka berempat yang masih berdiri
mematung.
“ Ayah! “
Raja menghentikan langkahnya tatkala merasakan kakinya yang
sebelah tidak bisa berjalan.
“ Apa-apaan kamu, Sivia “
Sivia berlutut di kaki ayanhnya sambil menangis
terisak-isak. Sang ayah terkejut. Begitu juga dengan semua orang yang melihat
adegan itu.
“ Sivia, lepaskan kaki ayah. Bangun ! Bangun! “
Sivia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
“ Nggak, Yah. Sebelum ayah mau maafin kita semua, Sivia
nggak mau ngelepasin kaki ayah “
“ Lepasin kaki ayahmu, nak. Lepasin “
“ Tapi, Bun...”
Gimana? Geje nggak? Sorry banget ya gusy kalau gaje. namanya juga penulis amatir, nih. Hehehe ( Lho, kok malah curhat, nih ). Oke, thanks yah udah mo baca. See you, guys. Tunggu part selanjutnya.
To be continued part 3
0 komentar:
Posting Komentar